We Proud Of You, Rizqa!

Bismillahirrahmanirrahim..

Hari ini, Jum’at 24 Mei 2013 adalah hari Pengumuman Hasil Ujian Nasional SMA di seluruh Indonesia. Kebetulan adikku salah satu peserta didik tahun ajaran 2012/2013 yang sedang menunggu pengumuman hasil ujian tersebut.

Pengumuman akan diumumkan pada jam 13.00 setelah sholat Jum’at. Aku, mama dan papa mengantar adik melihat hasil pengumuman ujian. Papa sengaja datang ke sekolah karena memang akan mengikuti pertemuan yang berhubungan dengan hasil ujian. Jam 13.30 kami berempat tiba di sekolah. Hanya papa yang turun untuk mendatangi acara tersebut. Sedangkan aku, mama dan adik hanya menunggu di mobil. Lalu lalang siswa/i mulai datang memenuhi loby sekolah. Mereka juga sama halnya dengan kami, menunggu hasil ujian yang akan dibawa orangtua masing-masing. Setelah hampir 2 jam kami menunggu di mobil, akhirnya papa muncul dari gerbang sekolah. Kemudia, dengan bangga papa berseru “Wuk, Alahmdulillah kamu lulus! Nilai UN kimiamu 100! Kamu menjadi 3 besar nilai tertinggi di sekolah!”

SubhanaAllah! Alhamdulillah! Kami berempat shock, speechless bersamaan. Adik memelukku dan tidak berhenti mengucap Alhamdulillah. Aku pun begitu. Dadaku bergetar. Campur aduk antara bahagia, bangga, tetapi sedih juga. Aku bahagia karena adikku lulus, bangga karena ia begitu diluar dugaan, nilai yang ia dapat lebih dari sewaktu aku ujian nasional 4 tahun yang lalu, dan sekarang ia menjadi salah satu 3 besar di sekolahnya. Betapa mama dan papa sangat bangga. Di sepanjang perjalanan pulang, mama dan papa tidak berhenti memuji dan membangga-banggakan adik. Aku sedih. Bukannya tidak bersyukur, tetapi aku menyesali kenapa dulu aku tidak bisa seperti adik. Semakin sedih ketika mama dan papa terus-terusan membanggakan adik. Bukannya iri karena tidak dipuji, tapi sungguh aku ingin pintar, cerdas dan membanggakan seperti adik.

Aku bangga dengan adikku. Selain ia baik, sholehah, bijaksana, ia juga sangat cerdas. Tidak sia-sia ia berusaha (belajar, les, dll) dan berdoa 5 waktu. We Proud of You, Rizqa!

We Are Electrical Engineering Diponegoro University ♥

264535_4696969709243_37458999_n-00941151_4696989829746_111150379_n-00217316_4696999029976_411789057_n-00  254180_4696951348784_765199266_n-00

Ilina K. Ikhsan I, Cindy Sahera, Fildzah Imanina, Fitria Prasetyawati, Adista Ayu Widiasanti, Susdarminasari Taini, Ira Debora, Mirna Tria Pratiwi, Joanna Francisca S, Farich Novrina Sandy, Ulinnuha Latifa, Rini Indah Sulistiyawati, Amelia Syarfina Qisthi, Wisna Dwi Ariani, Melly Arisandi, Pangestuningtyas Dyah L.

Ketika Mimpi Terhalang ‘Sesuatu’

Bismillahirrahmanirrahim..

Subhanallah, Allah menciptakan setiap orang dengan perasaan yang berbeda-beda. Senang, sedih, bahagia, gembira, marah, kecewa, dan masih banyak lagi. Cara mengungkapkannya pun berbeda-beda juga. Tertawa, menangis, ngomel-ngomel hingga datar-datar saja.

Saat ini, aku sedang merasakan berbagai macam rasa. Diantaranya, senang, sedih, bingung, kecewa, semangat, semua jadi satu. Bagaimana bisa?

Setelah sedikit flashback membaca posting yang kemarin, aku cukup merasa termotivasi untuk segera mewujudkan mimpi dan cita-citaku. Aku semangat untuk membuka buku mengulang materi kuliah minggu lalu, aku semangat untuk melanjutkan awal bisnisku, dari mulai survey dan lain-lain. Aku senang memiliki semangat seperti ini. Tapi, di sisi lain aku sedih karena semua itu hanya bisa aku lakukan sendiri. Ya memang, aku salah satu tipe orang yang lebih suka mengerjakan sesuatu tanpa orang lain. Bukan mengajari sombong atau sok pintar, tapi memang karena aku lebih prefer bekerja sendiri selagi masih bisa dikerjakan sendiri. Tetapi yang menjadi tantangan di sini, ada kalanya aku butuh orang-orang yang membantuku dalam perjalananku. Aku butuh teman. Teman yang sepemikiran, yang dapat membantu, mendukung, mengingatkan, dll, ketika aku mulai menyimpang (tidak semangat) dalam bekerja dan belajar. Alhamdulillah, sahabat, teman atau saudara memang banyak di sekitarku. Mereka memang mendukung, tapi belum banyak yang sepemikiran.

Kalau membahas mengenai teman, barangkali beribu-ribu kata di posting ini belum tentu cukup untuk menceritakan. Intinya di sini, aku membutuhkan seorang teman. Sekali lagi, teman yang sepemikiran.

Sesungguhnya, aku sedikit kecewa dengan diri sendiri. Bukankah yang dimaksud membutuhkan teman sepemikiran berarti sama dengan bergantung pada orang lain? Lebih kurang memang begitu. Tapi tanpa teman, dorongan untuk semangat akan berkurang. Mimpi akan sedikit terhalang jika kita hanya sendiri.

Ini Mimpiku. Apa mimpimu?

Assalamualaikum semua!

Hampir dua minggu belakangan ini aku ngga posting ya. Kangen!

Kali ini aku akan bercerita sedikit mengenai mimpiku. Ok, sebelumnya jangan heran ya mengapa blog ini lebih banyak berisi tentang curhatku (baca:pengalaman pribadi), haha. Karena, ya sengaja aku buat blog ini hanya berisi tentang segala sesuatu yang baru aku lewati. Sampai posting ini ditulis, aku belum pernah mengabarkan ke publik (baca:teman-teman) kalau blog ini telah sah untuk dikonsumsi. Diantara banyak sahabat dan kerabat, hanya beberapa yang (mungkin) sudah sedikit membaca dan menyimak beberapa penggalan posting blogku.

Di tahun ini, insyaAllah umurku akan bertambah lagi. Ya, 22 tahun. Cukup remaja bukan? :p Umumnya, di umur yang segini muda, aku sudah punya target yang jelas. Tetapi realnya, karena cita-cita yang aku impikan terlalu banyak, saking banyaknya sampai bingung mencapai yang mana terlebih dulu.

1. Lulus maksimal 5 tahun

Kalian pasti heran mengapa target lulusku 5 tahun, iya kan? Ok, pertama kali aku akan berdalih “ya wajar dong, aku kan anak teknik”. Hahahaha. Tetapi, bukan alasan anak teknik atau anak siapa, kalau niat dan semangat ya pasti tepat waktu. Sayangnya, niat dan semangat baru muncul belakangan ini (baca:kuliah tingkat 4). Mengenaskan? Tidak juga, sih. Kali ini dalihku “Better late than never, right?” hahahaha. :p

Mengapa 5 tahun?

Di tingkat awal (semester 1-3) aku tergolong anak yang bandel, susah belajar, ngga mau repot, lebih mementingkan main daripada belajar. Sangat-sangat bukan aku yang sekarang. Aku merasa kepribadianku sekarang sudah cukup banyak perubahan dari beberapa tahun yang lalu, meski .  Setidaknya, aku sudah sedikit sadar bahwa aku adalah seorang mahasiswa, anak pertama papa dan mama, kakak satu-satunya untuk adikku. Tanggungjawab harus lebih besar. Lulus maksimal 5 tahun merupakan salah satu tanggungjawab yang harus aku kerjakan untuk membayar kesalahan beberapa tahun yang lalu.

2. Bekerja

Inilah impian orangtuaku. Tanggungjawab kedua yang harus aku penuhi setelah lulus kuliah. Selain karena tanggungjawab, tentu karena memang ini salah satu cita-citaku.

3. Berbisnis

Sejak beberapa hari yang lalu aku berbincang dengan seseorang yang sangat memotivasi, muncul semangat pada diriku untuk berbisnis. Sejujurnya, sudah lama aku pendam impian yang satu ini, karena merasa belum ada seseorang yang tepat untuk sharing.

Umur sudah sebanyak ini masih minta uang dari orang tua? Wajar saja, selama digunakan untuk keperluan kuliah. Secara, kuliah adalah salah satu bentuk pengabdian kepada orangtua kan? Tetapi selebihnya (baca:belanja, pulsa, main, dll, di luar kuliah) masih minta uang orangtua juga? Dan kebutuhan itu semakin hari semakin melambung karena saking banyaknya keinginan. No! Tidak boleh dibiarkan terus menerus. Malu. Harus kreatif untuk menghasilkan uang sendiri. Ya, karena belum lulus, yang bisa dilakukan hanya bisnis, itupun modal tabungan.

Aku yakin, selama aku berusaha dengan tekun, berdoa kepada Allah, dan selalu ingat mimpi orangtua, aku akan bisa menggapai semua mimpi-mimpiku. Insha Allah. Amin ya robbalalamin.

Best Friend I Ever Had

3angel

Aku lupa, kapan terakhir kali menumpahkan kerusuhan yang ada di dalam hati. Karena hampir di saat aku terluka, kalian adalah orang yang pertama kali kuburu, menjadi tempat melabuhkan perasaan hati. Hmm…. seringnya tidak adil memang. Kamu selalu ada saat aku lemah, sedang aku hampir tak punya waktu khusus untuk menemani kalian dalam dalam suasana yang kalian suka.

Friends, aku melihat baju baru di sebuah butik. Cantik. Tapi semua itu tak lantas menyenangkan hatiku jika tak mengunjunginya bersama kalian. Maka dalam banyak kesempatan aku sangat berterima kasih sudah menemani aku belanja. Jangan berpikir ini adalah jalan untuk mengajari kita menjadi wanita yang suka hura-hura, tapi swear, aku anggap ini quality time kita. Meski tak banyak yang dibagi, tapi aku bahagia melihat kamu yang menawar harga nggak pakai perasaan, atau yang malu-malu menawar harga karena memang nggak niat membeli.

Makan friends. Aku heran mengapa kamu nggak suka sayur. Atau kamu kalau diajak makan, nggak lain yang dimakan cuma ayam goreng. Tapi kalian tahu kan apa yang aku suka dan nggak suka. Ini bukan apa-apa, tapi aku cukup senang jika bisa makan bareng kalian. Bahkan aku cukup cemburu jika kalian makan dengan yang lain tanpa aku.

Baju, sepatu, jilbab. Berhubung kita ini makhluk mungil, maka tak ada yang menghalangi kita untuk saling meminjam benda-benda ini. Tak sembarang orang bisa saling meminjam baju. Bukan takut nular warna kulit atau bau bodinya, tapi kecocokan hatilah yang membuat aku nggak ragu memakai barang kalian.

Cowok? Yah berhubung kita ini wanita, tak jarang yang menjadi obrolan perekat hati kita adalah cowok. Dari mulai cowok ganteng, cowok baik, cowok wangi, dan juga cowok yang sebaliknya. Pernah menyukai cowok yang sama? Hahaha… aku nggak peduli seberapa besar cemburuku saat kamu dekat-dekat dengan cowok yang aku suka. Yang aku tahu, kebersamaanku dengan kalian adalah salah satu hal yang kusebut “segalanya”.

Dan, aku tak punya apa-apa untuk diberi. Aku mencintai kalian dengan kesungguhan dan kemampuanku. Kalian ada di dalam doaku.

Repost: http://riniindah.wordpress.com/2012/10/11/friends/

Happy Birthday, Papa!

Bismillahirrahmanirrahim..

Di hari milad papa yang ke 54, aku posting tulisan ini sebagai hadiah sekaligus do’a untuk papa.

Sebelum itu, aku sempatkan membaca beberapa artikel mengenai perayaan ulang tahun dalam islam. Ternyata, jika hari ulang tahun dilakukan dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, makan besar atau syukuran dan sejenisnya maka dibagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan itu bermaksud dalam rangka ibadah. Misalnya sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalamnya ada doa-doa atau bacaan dzikr-dzikr tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika begitu maka perayaan ini termasuk dalam bid’ah. Tahukah Bid’ah? Bid’ah adalah segala sesuatu yang belum tentu ada di dalam Hadits. Karena syukur, doa, dzikr, istighfar (pembersihan dosa) adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak Allah & Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) utk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini bermaksud bukan dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا
“Setiap kaum memiliki Ied, & hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah & Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, bila kita mengadakan hari perayaan tahun yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan umatnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah & hari akhirat, saling berkasih sayang dgn orang-orang yang menentang Allah & Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahllah- menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dlm menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.
Karena itulah, sebagian ulama kurang menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dgn keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat seperti itu. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -naudzubillahimindzalik (semoga Allah menjauhkan kita darinya)- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Diambil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id]

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan seperti itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus. Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam hati. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.

Sekian posting dari saya, semoga bermanfaat untuk semua 🙂

Sekali lagi untuk ayah saya, “Selamat Milad, Pa! Terima Kasih atas ilmu, kasih sayang, dan semua yang telah Papa berikan. Semoga Allah senantiasa membalas semua dengan Surga. Barakallah ya Pa” 🙂

Sumber: http://www.muslim.or.id, http://www.almanhaj.or.id

Aku Cinta Kamu, ya Rasulullah!

MashaaAllah, mashaaAllah, mashaaAllah! Setelah membaca suatu artikel tentang beliau, saya terinspirasi untuk posting tulisan ini.

Satu kata untuk Rasulullah SAW : Perfect

Muhammad

Nama:
Sayyidina Muhammad Ibn Abdillah SAW.

Tempat, Tanggal lahir:
Makkah, Senin 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah, 12 April 571 Masehi.

Ayah:
Abdullah bin Abdul Muthalib.

Ibu:
Siti Aminah binti Wahab.

Asma Un Nabi:
Ahmad, Mahmud, Hamid, Qosim, Musthafa, Mujtaba, Murtadho, Ma’mun, Aziz, dan masih banyak lagi nama-nama lain Beliau.

Akhlaqun Nabi:
Nabi Muhammad SAW sangat santun dan penyayang kepada kaum Fuqoro, Masakin, dan Aitam (Fakir, miskin dan Yatim) dan masih banyak lagi.

Mu’jizatul A’dzhom:
1. Al-Quranul Karim
2. Membelah bulan
3. Isro Mi’raj
4. Keluar air dari jari tangan, dsb.

Sifat Wajib:
Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah.

Sifat Mustahil:
Kadzib, Khianat, Kitman, Biladah.

Sifat Jaiz:
A’rodhul Basyariyyah.

Pesan:
– Aku tinggalkan 2 pusaka berharga. Barang siapa berpegang teguh kepada keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu:
   Al-Qur’an dan Ithroh (Keturunanku)
– Aku tinggalkan 2 perkara, berpegang teguhlah kalian kepada keduanya, yaitu:
Al-Qur’an dan Sunnahku

Wafat:
Madinah Al Munawwarah, Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah (03 Juni 632 Masehi).

Maqam:
Disekitar Masjid Nabawi Madinah Al Munawwarah Saudi Arabia.

Beberapa Hadits Rasulullah:

Tentang Ujian Hidup :

Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda :
”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan, sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri, melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”

Tentang Kesabaran :

Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik
baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja.
Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya
hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan,
maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.
(H.R. Muslim)

Tentang Intropeksi Diri :

Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya,
dan memperbanyak amalan untuk bekal mati
dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya,
tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.
(H.R.Tirmidzi)
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)

Blog at WordPress.com.

Up ↑