Leave a comment

Happy Birthday, Papa!

Bismillahirrahmanirrahim..

Di hari ulang tahun papa yang ke 54, aku posting tulisan ini sebagai hadiah sekaligus do’a untuk papa.

Sebelum itu, aku sempatkan membaca beberapa artikel mengenai perayaan ulang tahun dalam islam. Ternyata, jika hari ulang tahun dilakukan dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, makan besar atau syukuran dan sejenisnya maka dibagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan itu bermaksud dalam rangka ibadah. Misalnya sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalamnya ada doa-doa atau bacaan dzikr-dzikr tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika begitu maka perayaan ini termasuk dalam bid’ah. Tahukah Bid’ah? Bid’ah adalah segala sesuatu yang belum tentu ada di dalam Hadits. Karena syukur, doa, dzikr, istighfar (pembersihan dosa) adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak Allah & Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) utk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini bermaksud bukan dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا
“Setiap kaum memiliki Ied, & hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah & Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, bila kita mengadakan hari perayaan tahun yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan umatnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah & hari akhirat, saling berkasih sayang dgn orang-orang yang menentang Allah & Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahllah- menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dlm menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.
Karena itulah, sebagian ulama kurang menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dgn keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat seperti itu. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -naudzubillahimindzalik (semoga Allah menjauhkan kita darinya)- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Diambil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id]

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan seperti itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus. Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam hati. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.

Sekian posting dari saya, semoga bermanfaat untuk semua🙂

Sekali lagi untuk ayah saya, “Selamat Milad, Pa! Terima Kasih atas ilmu, kasih sayang, dan semua yang telah Papa berikan. Semoga Allah senantiasa membalas semua dengan Surga. Barakallah ya Pa, atas umurnya”🙂

Sumber: http://www.muslim.or.id, http://www.almanhaj.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Perjalanan Panjang

Ever tried. ever failed. no matter. try again. fail again. fail better.

celotehduetmaut

Jangan bosan-bosan nulis, jangan nulis yang bosan-bosan

Indahnya Menikah Full Barokah

Laman Blog Resmi IMFB | Menggapai Pernikahan Barokah

Ayat Kursi

Khasiat Ayat Kursi | Karomah Ayat Kursi | Keajaiban Ayat Kursi | Fadhilah Ayat Kursi | Hikmah Ayat Kursi | Mukjizat Ayat Kursi | Ijazah Ayat Kursi

Ary Ginanjar, Ary Ginanjar Agustian, Ary Ginanjar ESQ, Training ESQ

Ary Ginanjar, Ary Ginanjar Agustian, Ary Ginanjar ESQ, Training ESQ, Jadwal ESQ, Kata Motivasi, training motivasi, seminar motivasi, training sdm, training kepemimpinan, pelatihan sdm, training karyawan, training hrd, kata bijak, kata mutiara, nasihat, indonesia emas, training pembangunan karakter

Moslemsunnah.Wordpress.com

Artikel Islam, Jadwal Kajian Islam - Free Download MP3, Ebook, dan Video Ceramah Kajian Islam

Jalan Dakwah Bersama

>>> Sebuah Upaya untuk Mengingatkan <<<

IKRIMA SMKN 7 BANDUNG

Blog ini milik semua, Oke Teman-Teman.

KUSNADY AR-RAZI

Penjaga al-Kitab dan as-Sunnah

Learn, Know, Apply and Share..

Just another WordPress.com weblog

%d bloggers like this: