Inspirasi Islam

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. -(Umar bin Khaththab)

Ketika Mimpi Terhalang ‘Sesuatu’

Bismillahirrahmanirrahim..

Subhanallah, Allah menciptakan setiap orang dengan perasaan yang berbeda-beda. Senang, sedih, bahagia, gembira, marah, kecewa, dan masih banyak lagi. Cara mengungkapkannya pun berbeda-beda juga. Tertawa, menangis, ngomel-ngomel hingga datar-datar saja.

Saat ini, aku sedang merasakan berbagai macam rasa. Diantaranya, senang, sedih, bingung, kecewa, semangat, semua jadi satu. Bagaimana bisa?

Setelah sedikit flashback membaca posting yang kemarin, aku cukup merasa termotivasi untuk segera mewujudkan mimpi dan cita-citaku. Aku semangat untuk membuka buku mengulang materi kuliah minggu lalu, aku semangat untuk melanjutkan awal bisnisku, dari mulai survey dan lain-lain. Aku senang memiliki semangat seperti ini. Tapi, di sisi lain aku sedih karena semua itu hanya bisa aku lakukan sendiri. Ya memang, aku salah satu tipe orang yang lebih suka mengerjakan sesuatu tanpa orang lain. Bukan mengajari sombong atau sok pintar, tapi memang karena aku lebih prefer bekerja sendiri selagi masih bisa dikerjakan sendiri. Tetapi yang menjadi tantangan di sini, ada kalanya aku butuh orang-orang yang membantuku dalam perjalananku. Aku butuh teman. Teman yang sepemikiran, yang dapat membantu, mendukung, mengingatkan, dll, ketika aku mulai menyimpang (tidak semangat) dalam bekerja dan belajar. Alhamdulillah, sahabat, teman atau saudara memang banyak di sekitarku. Mereka memang mendukung, tapi belum banyak yang sepemikiran.

Kalau membahas mengenai teman, barangkali beribu-ribu kata di posting ini belum tentu cukup untuk menceritakan. Intinya di sini, aku membutuhkan seorang teman. Sekali lagi, teman yang sepemikiran.

Sesungguhnya, aku sedikit kecewa dengan diri sendiri. Bukankah yang dimaksud membutuhkan teman sepemikiran berarti sama dengan bergantung pada orang lain? Lebih kurang memang begitu. Tapi tanpa teman, dorongan untuk semangat akan berkurang. Mimpi akan sedikit terhalang jika kita hanya sendiri.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑