Jangan Lupakan Ibu!

Indahnya Menikah Full Barokah

terimakasih-ibuYang rahimnya aku pakai sebelum hadir di dunia, Ibu.
Saat haus, tak ada kata untuk meminta, Ibu menyusuiku.
Kata pertama yang aku ucapkan, diajar dengan sabar oleh Ibu.
Bangun tidur, aku menangis merangkak mencari Ibu.
Saat diganggu teman di sekolah, yang bisa membujukku Ibu.
Ketika aku terbaring sakit, orang paling risau adalah Ibu.

Tapi kini, setelah dewasa, saat aku dan pasangan sudah menikah;

Kalau bahagia, aku cari pasanganku.
Kalau sedang sedih, aku cari Ibu.

Kalau sukses, aku rayakan dengan pasanganku.
Kalau gagal, aku ceritakan pada Ibu.

View original post 147 more words

Blog at WordPress.com.

Up ↑