Dariku Untukmu #6

Kepada yang teristimewa, dirimu.

Izinkan aku menulis sedikit kalimat yang diiringi rasa rindu untukmu.

Aku tak tahu harus memulai dari mana, yang pasti, tiap kata yang tertulis di sini ku selipkan banyak harapan serta impian.

Ya, ini tentangmu yang baru saja hadir mengalihkan duniaku.

Entah dari mana asalmu?

Siapa dirimu?

Yang aku tahu, dirimu ada dan nyata.

Memang pada awalnya aku juga khawatir dan sempat ragu untuk mengenalmu, bahkan memilihmu, karena aku takut pada kisah di hari yang lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, aku memutuskan untuk mencoba menjatuhkan rasa yang terpendam dan sulit untuk kuterjemahkan.

Jujur, sungguh sulit untuk membaca sikapmu.

Aku berusaha membahasakan arti dari tiap-tiap kalimat yang terlontarkan darimu. Dan kini membuatku menjadi seseorang yang paling bersabar. Untuk menghadapi segala aspek yang ada pada dirimu. Karena aku mulai menerima segalanya, termasuk kekurangan serta kelebihan apa adanya dirimu.

Ya, aku akan menerimanya.

Aku siap mendengar segala keluh kesahmu saat dunia enggan mengerti keluh kesahmu. Aku siap menemani suka dukamu. Saat tak ada lagi yang mampu mengasihi.

Tak mengapa kita tak saling menegur sapa. Tak mengapa kita tak saling memberi perhatian. Karena aku tahu diri posisi di antara kita belum mengizinkan.

Maka dari itu, ada kalanya aku memilih andil dari Maha pemberi rasa agar menguatkan hati untuk bertahan.

Walau aku jauh dari kata sempurna, aku tak seperti mereka yang di luar sana, ku harap itu tak membuatku goyah.

Aku mengagumimu dari hal-hal yang membuatku tertantang menghadapimu.

Tak sama atas cara menyikapi suatu hal? Bukan berarti tak ada celah untuk memperbaiki.

Tak searah dengan pemikiran? Bukan berarti tak ada jalan untuk saling menyatukan.

Dan itulah yang terjadi di antara kita.

Namun apakah kamu tahu? Perbedaan itulah yang membuatku yakin.

Mungkin orang lain di luar sana akan bertanya-tanya, mengapa?

Karena dimulai dari perbedaan pasti ada sisi dimana perbedaan itu mampu melengkapi kekurangan yang ada.

Akhir kata, maafkan jika aku tak pernah menjadi apa yang kamu inginkan. Tetapi aku hanya bisa menawarkan satu hal, yaitu membantu untuk menepati janjimu.

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑