Stay Patient and Trust Your Journey

Kenapa harus “Trust Your Journey”?

Karena hanya dengan menerima titah Allah, keputusan Allah dan kehendak Allah tentang cerita hidup kita maka akan memudahkan kita mencapai hati yang ikhlas.

Atau dalam bahasa Jawa, kita harus percaya Lakon Urip. Peran hidup masing-masing. Kita cuma wayang, Allah sebagai dalang punya skenario untuk kita.

Selama kita masih belum mau menerima lakon dan ingin menjalani lakon orang lain maka selama itulah kita akan terus gelisah dan tidak bersabar hati.

Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah dengan cara yang Allah sudah tentukan masing-masing.

Tidak ada yang sama, seperti sidik jari kita.

Kalau masalahmu lebih berat dari temanmu, ya emang itu lakonmu. Terima aja dengan sebaik-baiknya.

Jangan iri dan membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain. Karena perlahan kamu cuma akan seperti bunuh diri.

Advertisements

Hijrah #41

Hanya kamu yang tahu, apa yang ada dalam hatimu hingga membuat rahmat Allah tertahan.

Istiqomah #2

Allah bukan sengaja menunda doamu, tapi Allah tengah menguji kesabaran, ketabahan dan keistiqomahaanmu menunggu dalam jalan kebaikan.

Setelah lelah untuk berjuang, kini kamu hanya butuh sabar. Sabarlah, sampai tiba saatnya semua jalan itu terbuka lebar.

Allah hanya ingin tahu kesungguhanmu. Allah hanya ingin lebih mendengar semua doa-doa indahmu. Allah masih sangat menikmati caramu yang indah mengetuk pintu langit di setiap sujudmu.

Tetap lakukan itu dalam keistiqomahan. Percayalah, Allah sebenarnya cinta pada hamba-Nya yang tak mau putus asa berusaha.

Self Reminder #12

Seperti janji-Nya akan siang dan datangnya malam.

Lalu apa yang perlu kau cemaskan akan rejeki, jodoh dan kehidupanmu?

Apalagi yang kau risaukan akan janji-Nya?

Dariku Untukmu #24

Adalah mereka yang bersabar dengan sungguh-sungguh. Tidak tergesa apalagi memaksa. Jalani hari-harimu dengan kesabaran bahwa akan ada saatnya jalan ini menemui satu sudut yang berbeda. Ia yang telah menunggumu, tersenyum riang layaknya anak kecil yang menemukan balon kesayangannya. Sebegitu indahlah pertemuan yang dipertemukan oleh-Nya. Maukah kau menungguku?

Istiqomah #1

Sahabatku, jika kita bicara istiqomah. Direndahkan tidak mungkin kita menjadi sampah. Disanjung tidak mungkin kita menjadi bulan. Maka jangan risaukan omongan orang, karena setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda. Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar. Meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.

Sahabatku, hidup itu bukan tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam. Tetapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan. Karena Rabb kita maha baik.

Self Reminder #11

Jangan jadikan keterbatasanmu sebagai penghambat usaha kebaikanmu. Allah banyak menitipkan kemuliaan mereka yang ‘terbatas’.

Bahkan bisa jadi hijab pembatas antara kamu dan Allah terbuka saat kamu merasa terbatas.

Kenapa?

Karena tidak ada lagi selain Allah yang bisa kamu harapkan.

Intinya, ngga boleh lama-lama manja sama keadaan. Harus segera kembali untuk berkarya.

Bismillah..

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑