How Much I Love You, Friend

Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah hari ini masih dikasih kesempatan buat bertemu dengan seseorang.

Alhamdulillah telah dipertemukan dengannya kembali, untuk yang kedua kalinya. Bukan bermaksud mendewa-dewakan beliau. Hanya ingin berbagi cerita dengan kalian. Betapa bersyukur ketika dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan setia dengan kita. Hampir di setiap aktivitas dan keadaan, mereka selalu ada untuk kita. Berbagi ilmu, pengalaman dan kasih sayang.

Aku punya sahabat, beliau sangat baik. Mungkin Allah sengaja mengirim beliau untuk selalu berbagi dengan orang-orang yang masih perlu bimbingan, seperti aku. Banyak ilmu dan pengalaman yang beliau share denganku. Mulai dari masalah perkuliahan, keluarga, bahkan cara bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Beliau sangat ramah, baik dan rajin bersedekah. Hampir semua kegiatannya memotivasiku untuk selalu berbuat baik dari waktu ke waktu. Beliau muslim, tapi bukan orang yang fanatik agama.

Memang, harta, ketampanan, kesuksesan, bukan parameter seseorang terlihat sempurna. Kesempurnaan hanya dapat dilihat dari hati, suara hati lebih tepatnya. Beliau mengajarkanku banyak sekali ilmu tentang suara hati. Alhamdulillah jika diberi rezeki yang cukup, sebagian disedekahkan. Alhamdulillah jika diberi ketampanan/kecantikan, digunakan untuk selalu menebar senyum kebahagiaan. Alhamdulillah jika diberi kecerdasan, digunakan untuk berbagi ilmu dengan sesama. Alhamdulilah jika diberi kesuksesan, digunakan untuk berbagi cerita dan informasi agar bertambah sukses orang-orang disekitar kita.

Semua hal yang beliau lakukan, membuatku jatuh cinta. Terharu dengan semua kebaikan yang beliau beri kepada siapa saja tanpa perhitungan. Baik moral maupun material.

Sahabat, bila suatu saat kamu membaca cerita ini, aku ingin kamu tahu bahwa aku menyayangimu. Aku tak dapat membalas semua kebaikanmu selain dengan doa. Semoga langkahmu selalu diberkahi Allah dan dalam bimbingan-Nya, amin ♥

Sekian cerita singkat dariku. Tapi sekali lagi jangan lupa ya, hanya selalu Allah yang Maha Baik dan Setia dengan kita, melebihi orang-orang di sekitar yang baik dengan kita, sekalipun itu orangtua, saudara, sahabat bahkan pacar. Cintai Allah diatas segala-galanya. InshaAllah kita akan selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari-Nya.

We Proud Of You, Rizqa!

Bismillahirrahmanirrahim..

Hari ini, Jum’at 24 Mei 2013 adalah hari Pengumuman Hasil Ujian Nasional SMA di seluruh Indonesia. Kebetulan adikku salah satu peserta didik tahun ajaran 2012/2013 yang sedang menunggu pengumuman hasil ujian tersebut.

Pengumuman akan diumumkan pada jam 13.00 setelah sholat Jum’at. Aku, mama dan papa mengantar adik melihat hasil pengumuman ujian. Papa sengaja datang ke sekolah karena memang akan mengikuti pertemuan yang berhubungan dengan hasil ujian. Jam 13.30 kami berempat tiba di sekolah. Hanya papa yang turun untuk mendatangi acara tersebut. Sedangkan aku, mama dan adik hanya menunggu di mobil. Lalu lalang siswa/i mulai datang memenuhi loby sekolah. Mereka juga sama halnya dengan kami, menunggu hasil ujian yang akan dibawa orangtua masing-masing. Setelah hampir 2 jam kami menunggu di mobil, akhirnya papa muncul dari gerbang sekolah. Kemudia, dengan bangga papa berseru “Wuk, Alahmdulillah kamu lulus! Nilai UN kimiamu 100! Kamu menjadi 3 besar nilai tertinggi di sekolah!”

SubhanaAllah! Alhamdulillah! Kami berempat shock, speechless bersamaan. Adik memelukku dan tidak berhenti mengucap Alhamdulillah. Aku pun begitu. Dadaku bergetar. Campur aduk antara bahagia, bangga, tetapi sedih juga. Aku bahagia karena adikku lulus, bangga karena ia begitu diluar dugaan, nilai yang ia dapat lebih dari sewaktu aku ujian nasional 4 tahun yang lalu, dan sekarang ia menjadi salah satu 3 besar di sekolahnya. Betapa mama dan papa sangat bangga. Di sepanjang perjalanan pulang, mama dan papa tidak berhenti memuji dan membangga-banggakan adik. Aku sedih. Bukannya tidak bersyukur, tetapi aku menyesali kenapa dulu aku tidak bisa seperti adik. Semakin sedih ketika mama dan papa terus-terusan membanggakan adik. Bukannya iri karena tidak dipuji, tapi sungguh aku ingin pintar, cerdas dan membanggakan seperti adik.

Aku bangga dengan adikku. Selain ia baik, sholehah, bijaksana, ia juga sangat cerdas. Tidak sia-sia ia berusaha (belajar, les, dll) dan berdoa 5 waktu. We Proud of You, Rizqa!

Aku Cinta Kamu, ya Rasulullah!

MashaaAllah, mashaaAllah, mashaaAllah! Setelah membaca suatu artikel tentang beliau, saya terinspirasi untuk posting tulisan ini.

Satu kata untuk Rasulullah SAW : Perfect

Muhammad

Nama:
Sayyidina Muhammad Ibn Abdillah SAW.

Tempat, Tanggal lahir:
Makkah, Senin 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah, 12 April 571 Masehi.

Ayah:
Abdullah bin Abdul Muthalib.

Ibu:
Siti Aminah binti Wahab.

Asma Un Nabi:
Ahmad, Mahmud, Hamid, Qosim, Musthafa, Mujtaba, Murtadho, Ma’mun, Aziz, dan masih banyak lagi nama-nama lain Beliau.

Akhlaqun Nabi:
Nabi Muhammad SAW sangat santun dan penyayang kepada kaum Fuqoro, Masakin, dan Aitam (Fakir, miskin dan Yatim) dan masih banyak lagi.

Mu’jizatul A’dzhom:
1. Al-Quranul Karim
2. Membelah bulan
3. Isro Mi’raj
4. Keluar air dari jari tangan, dsb.

Sifat Wajib:
Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah.

Sifat Mustahil:
Kadzib, Khianat, Kitman, Biladah.

Sifat Jaiz:
A’rodhul Basyariyyah.

Pesan:
– Aku tinggalkan 2 pusaka berharga. Barang siapa berpegang teguh kepada keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu:
   Al-Qur’an dan Ithroh (Keturunanku)
– Aku tinggalkan 2 perkara, berpegang teguhlah kalian kepada keduanya, yaitu:
Al-Qur’an dan Sunnahku

Wafat:
Madinah Al Munawwarah, Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah (03 Juni 632 Masehi).

Maqam:
Disekitar Masjid Nabawi Madinah Al Munawwarah Saudi Arabia.

Beberapa Hadits Rasulullah:

Tentang Ujian Hidup :

Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda :
”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan, sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri, melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”

Tentang Kesabaran :

Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik
baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja.
Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya
hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan,
maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.
(H.R. Muslim)

Tentang Intropeksi Diri :

Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya,
dan memperbanyak amalan untuk bekal mati
dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya,
tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.
(H.R.Tirmidzi)
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)

Blog at WordPress.com.

Up ↑