Quotes

Karakter seseorang itu membawa surganya masing-masing.-Papa

Advertisements

Happy 24 Years, Mom and Dad!

Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah tahun ini adalah tahun pernikahan ke-24 mama dan papa. Tepat 13 Juli 2013. Selamat hari pernikahan ma, pa! Barakallah untuk hari ini, besok dan selamanya. I love you both! Hope you two everlasting till the end of time ♥

 

Leave a comment Edit

Quotes

Bersama sahabat, waktu memiliki banyak cerita yg kelak akan indah untuk dikenang.

Leave a comment Edit

Jangan Lupakan Ibu!

Reblogged from Indahnya Menikah Full Barokah:

Click to visit the original postYang rahimnya aku pakai sebelum hadir di dunia, Ibu.
Saat haus, tak ada kata untuk meminta, Ibu menyusuiku.
Kata pertama yang aku ucapkan, diajar dengan sabar oleh Ibu.
Bangun tidur, aku menangis merangkak mencari Ibu.
Saat diganggu teman di sekolah, yang bisa membujukku Ibu.
Ketika aku terbaring sakit, orang paling risau adalah Ibu.

Tapi kini, setelah dewasa, saat aku dan pasangan sudah menikah;

Read more… 169 more words

Leave a comment Edit

Bacaan dan Tulisan Ayat Kursi Arab dan Latin Beserta Arti dan Terjemahan Ayat Kursi

Reblogged from Ayat Kursi:

Click to visit the original postAyat Kursi semua umat muslim pasti sudah tahu. Karena Ayat Kursi merupakan salah satu ayat yang bisa menjadi amalan sebagai pegangan hidup dalam artian untuk terkabulnya doa dan hajat, keberkahan, keberlimpahan, amalan lancar dan murah rezeki-rejeki, perlindungan diri, perlindungan usaha dan bisnis. Di dalam Ayat Kursi terkandung Kebesaran Allah, Keagungan Allah, Kekuasaan Allah dan Ilmu-ilmu Allah yang meliputi langit dan bumi.

Read more… 298 more words

Leave a comment Edit

Inspirasi Islam

Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya – (QS. Al Mulk: 2).

Leave a comment Edit

Motivasi Diri

Bismilahirrahmanirrahim..

Selamat malam, semua!

Sebelumnya aku ingin bercerita sedikit mengenai alasanku posting tulisan ini. Beberapa menit lalu, seorang teman mengirim pesan singkat untukku, yang intinya beliau menanyakan mengenai cara memotivasi diri untuk kuliah. Alhamdulillah, aku merasa tersanjung karena beliau melontarkan pertanyaan tersebut kepadaku, padahal sebagai seorang biasa, aku merasa belum banyak ilmu yang bisa kubagi, tapi demi kamu aku akan membagi semampuku cara-cara kita memotivasi diri untuk melakukan apapun. Ingat! “Tidak sukses jika tidak pernah salah dan jatuh”.

Kali ini aku ingin berbagi cara memotivasi diri sendiri,

1. Selalu awali hari dengan berdoa. Agar apapun hal (positif) yang kita lakukan selalu dimudahkan oleh Allah.

2. Ingat orangtua dimanapun kita berada. Usahakan selalu dekat dengan orangtua. Maksudnya, bagi yang jauh, bisa memperdekat via telekomunikasi. Telfn, sms, atau kirim kabar. Bagaimanapun juga, restu orangtua sangat mempengaruhi berkah dan rejeki dari Allah.

3. Ingat tujuan/cita-citamu. Harus selalu ingat tujuanmu. Tujuan hidup seperti sekolah, kuliah, bekerja, dll. Ingat bahwa kita harus sukses! Harus sukses! Harus sukses!

4. Selalu ucapkan kata-kata positif. Ingatkah kalian dengan “omongan adalah doa”? Ya, memang. Apapun yang kita ucapkan, itulah yang akan menjadikan kita nantinya. Jika kita selalu mengucap kata positif seperti SEMANGAT, SUKSES, BISA, maka inshaAllah hal itu akan selalu hinggap di diri kita. Lain halnya jika kita bersuudzon/negative thinking seperti SUSAH, MALAS, RAGU, maka bisa jadi hal-hal itu yang akan menempel mengikuti aktivitas kita.

5. Selalu intropeksi diri di setiap penutup hari (malam hari). Tidak ada salahnya sebelum tidur kita flashback kejadian-kejadian yang kita alami dan lakukan sehari penuh tadi. Kesalahan apa yang kita perbuat, ilmu apa yang kita dapat, dll.

Sekian tulisan saya untuk kali ini. Semoga bermanfaat untuk semua, terutama untuk temanku yang baru beberapa menit yang lalu meminta cara untuk memotivasi diri melalui pesan singkat. Maaf aku tidak dapat membalas panjang lebar. Semoga kamu membaca posting ini ya :)

Leave a comment Edit

I ♥

Happy Birthday, Papa!

Bismillahirrahmanirrahim..

Di hari milad papa yang ke 54, aku posting tulisan ini sebagai hadiah sekaligus do’a untuk papa.

Sebelum itu, aku sempatkan membaca beberapa artikel mengenai perayaan ulang tahun dalam islam. Ternyata, jika hari ulang tahun dilakukan dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, makan besar atau syukuran dan sejenisnya maka dibagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan itu bermaksud dalam rangka ibadah. Misalnya sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalamnya ada doa-doa atau bacaan dzikr-dzikr tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika begitu maka perayaan ini termasuk dalam bid’ah. Tahukah Bid’ah? Bid’ah adalah segala sesuatu yang belum tentu ada di dalam Hadits. Karena syukur, doa, dzikr, istighfar (pembersihan dosa) adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak Allah & Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) utk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini bermaksud bukan dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا
“Setiap kaum memiliki Ied, & hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah & Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, bila kita mengadakan hari perayaan tahun yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan umatnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah & hari akhirat, saling berkasih sayang dgn orang-orang yang menentang Allah & Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahllah- menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dlm menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.
Karena itulah, sebagian ulama kurang menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dgn keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat seperti itu. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -naudzubillahimindzalik (semoga Allah menjauhkan kita darinya)- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Diambil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id]

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan seperti itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus. Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam hati. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.

Sekian posting dari saya, semoga bermanfaat untuk semua 🙂

Sekali lagi untuk ayah saya, “Selamat Milad, Pa! Terima Kasih atas ilmu, kasih sayang, dan semua yang telah Papa berikan. Semoga Allah senantiasa membalas semua dengan Surga. Barakallah ya Pa” 🙂

Sumber: http://www.muslim.or.id, http://www.almanhaj.or.id

Blog at WordPress.com.

Up ↑