Hard Work Is Not Enough to Survive

Berdoa saja tanpa berusaha itu sia-sia. Berusaha tanpa bantuan doa, tidak akan membawa ridha.

Bekerjalah dengan sebaik-baiknya, sesuai kemampuanmu. Yang penting adalah berusaha semaksimal mungkin, melakukan yang kamu bisa, sepanjang hari dengan gigih. Jangan patah semangat. Jangan pernah menyerah. Berdoalah agar kamu selalu diberi kekuatan dalam bekerja untuk mewujudkan mimpi-mimpimu. Dengan doa-doa yang tepat dan baik, inshaaAllah, Tuhan akan membantumu mengatasi semua masalahmu. Aamiin.

Advertisements

Live in YK!

Bismillahirrahmanirrahim..

Hai, semua! Kali ini aku akan sedikit berbagi pengalaman tentang tempat-tempat unik di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.

Kalian tahu Yk? Ya, kota Yk! Yogyakarta.. Aku sedang benar-benar mengagumi kota yang satu ini. Ternyata tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri untuk menikmati keindahan alam di dunia. Tanpa kita sadari di sekitar kita banyak sekali tempat menarik dan menyenangkan yang recommended untuk dikunjungi. Salah satunya, Yk!

Minggu lalu, aku menyempatkan diri untuk berlibur di Jogja. Bukan berlibur sebenarnya, karena tujuan utamaku adalah mencari dan membeli bahan-bahan sepatu. Keingintahuanku tentang cara pembuatan sepatu semakin besar. Alhasil, aku mengunjungi beberapa tempat bahan-bahan dan pembuatan sepatu, salah satunya di Jogja.

Satu kata untuk Yogyakarta, amazing! Apapun bisa kita dapat di sini. Mulai dari kuliner serta tempat-tempat bagus. Kuliner, kota ini memang terkenal dengan Gudegnya, tapi selain itu banyak sekali jajanan unik yang jarang kita temukan di kota-kota lain seperti bakpia pathok, geplak, wedang uwuh dan masih banyak lagi. Coffee shop, foodcourt, restaurant dan tempat kuliner lainnya sangat beragam di sini. Dari harga yang mahal, sedang hingga murah.

Karena banyaknya kampus dan sekolah di kota ini, maka terkenal dengan Kota Pelajar. Dan karena itu pula, hampir 50% penduduk kota ini adalah kawula muda. Wajar saja kota ini jarang sepi. Hampir di setiap sudut kota adalah tempat-tempat bagus. Gedung perkuliahan, tempat wisata seperti Pantai Indrayati, Pantai Pok Tunggal, Pantai Parangtritis, Goa Pindul, Gunung Kidul, Candi Borobudur, Candi Prambanan, serta mall, dan kafe-kafe yang tak terhitung jumlahnya.

Intinya, Subhanallah! Aku ingin tinggal di Jogja!

Ketika Mimpi Terhalang ‘Sesuatu’

Bismillahirrahmanirrahim..

Subhanallah, Allah menciptakan setiap orang dengan perasaan yang berbeda-beda. Senang, sedih, bahagia, gembira, marah, kecewa, dan masih banyak lagi. Cara mengungkapkannya pun berbeda-beda juga. Tertawa, menangis, ngomel-ngomel hingga datar-datar saja.

Saat ini, aku sedang merasakan berbagai macam rasa. Diantaranya, senang, sedih, bingung, kecewa, semangat, semua jadi satu. Bagaimana bisa?

Setelah sedikit flashback membaca posting yang kemarin, aku cukup merasa termotivasi untuk segera mewujudkan mimpi dan cita-citaku. Aku semangat untuk membuka buku mengulang materi kuliah minggu lalu, aku semangat untuk melanjutkan awal bisnisku, dari mulai survey dan lain-lain. Aku senang memiliki semangat seperti ini. Tapi, di sisi lain aku sedih karena semua itu hanya bisa aku lakukan sendiri. Ya memang, aku salah satu tipe orang yang lebih suka mengerjakan sesuatu tanpa orang lain. Bukan mengajari sombong atau sok pintar, tapi memang karena aku lebih prefer bekerja sendiri selagi masih bisa dikerjakan sendiri. Tetapi yang menjadi tantangan di sini, ada kalanya aku butuh orang-orang yang membantuku dalam perjalananku. Aku butuh teman. Teman yang sepemikiran, yang dapat membantu, mendukung, mengingatkan, dll, ketika aku mulai menyimpang (tidak semangat) dalam bekerja dan belajar. Alhamdulillah, sahabat, teman atau saudara memang banyak di sekitarku. Mereka memang mendukung, tapi belum banyak yang sepemikiran.

Kalau membahas mengenai teman, barangkali beribu-ribu kata di posting ini belum tentu cukup untuk menceritakan. Intinya di sini, aku membutuhkan seorang teman. Sekali lagi, teman yang sepemikiran.

Sesungguhnya, aku sedikit kecewa dengan diri sendiri. Bukankah yang dimaksud membutuhkan teman sepemikiran berarti sama dengan bergantung pada orang lain? Lebih kurang memang begitu. Tapi tanpa teman, dorongan untuk semangat akan berkurang. Mimpi akan sedikit terhalang jika kita hanya sendiri.

Ini Mimpiku. Apa mimpimu?

Assalamualaikum semua!

Hampir dua minggu belakangan ini aku ngga posting ya. Kangen!

Kali ini aku akan bercerita sedikit mengenai mimpiku. Ok, sebelumnya jangan heran ya mengapa blog ini lebih banyak berisi tentang curhatku (baca:pengalaman pribadi), haha. Karena, ya sengaja aku buat blog ini hanya berisi tentang segala sesuatu yang baru aku lewati. Sampai posting ini ditulis, aku belum pernah mengabarkan ke publik (baca:teman-teman) kalau blog ini telah sah untuk dikonsumsi. Diantara banyak sahabat dan kerabat, hanya beberapa yang (mungkin) sudah sedikit membaca dan menyimak beberapa penggalan posting blogku.

Di tahun ini, insyaAllah umurku akan bertambah lagi. Ya, 22 tahun. Cukup remaja bukan? :p Umumnya, di umur yang segini muda, aku sudah punya target yang jelas. Tetapi realnya, karena cita-cita yang aku impikan terlalu banyak, saking banyaknya sampai bingung mencapai yang mana terlebih dulu.

1. Lulus maksimal 5 tahun

Kalian pasti heran mengapa target lulusku 5 tahun, iya kan? Ok, pertama kali aku akan berdalih “ya wajar dong, aku kan anak teknik”. Hahahaha. Tetapi, bukan alasan anak teknik atau anak siapa, kalau niat dan semangat ya pasti tepat waktu. Sayangnya, niat dan semangat baru muncul belakangan ini (baca:kuliah tingkat 4). Mengenaskan? Tidak juga, sih. Kali ini dalihku “Better late than never, right?” hahahaha. :p

Mengapa 5 tahun?

Di tingkat awal (semester 1-3) aku tergolong anak yang bandel, susah belajar, ngga mau repot, lebih mementingkan main daripada belajar. Sangat-sangat bukan aku yang sekarang. Aku merasa kepribadianku sekarang sudah cukup banyak perubahan dari beberapa tahun yang lalu, meski .  Setidaknya, aku sudah sedikit sadar bahwa aku adalah seorang mahasiswa, anak pertama papa dan mama, kakak satu-satunya untuk adikku. Tanggungjawab harus lebih besar. Lulus maksimal 5 tahun merupakan salah satu tanggungjawab yang harus aku kerjakan untuk membayar kesalahan beberapa tahun yang lalu.

2. Bekerja

Inilah impian orangtuaku. Tanggungjawab kedua yang harus aku penuhi setelah lulus kuliah. Selain karena tanggungjawab, tentu karena memang ini salah satu cita-citaku.

3. Berbisnis

Sejak beberapa hari yang lalu aku berbincang dengan seseorang yang sangat memotivasi, muncul semangat pada diriku untuk berbisnis. Sejujurnya, sudah lama aku pendam impian yang satu ini, karena merasa belum ada seseorang yang tepat untuk sharing.

Umur sudah sebanyak ini masih minta uang dari orang tua? Wajar saja, selama digunakan untuk keperluan kuliah. Secara, kuliah adalah salah satu bentuk pengabdian kepada orangtua kan? Tetapi selebihnya (baca:belanja, pulsa, main, dll, di luar kuliah) masih minta uang orangtua juga? Dan kebutuhan itu semakin hari semakin melambung karena saking banyaknya keinginan. No! Tidak boleh dibiarkan terus menerus. Malu. Harus kreatif untuk menghasilkan uang sendiri. Ya, karena belum lulus, yang bisa dilakukan hanya bisnis, itupun modal tabungan.

Aku yakin, selama aku berusaha dengan tekun, berdoa kepada Allah, dan selalu ingat mimpi orangtua, aku akan bisa menggapai semua mimpi-mimpiku. Insha Allah. Amin ya robbalalamin.

Best Friend I Ever Had

3angel

Aku lupa, kapan terakhir kali menumpahkan kerusuhan yang ada di dalam hati. Karena hampir di saat aku terluka, kalian adalah orang yang pertama kali kuburu, menjadi tempat melabuhkan perasaan hati. Hmm…. seringnya tidak adil memang. Kamu selalu ada saat aku lemah, sedang aku hampir tak punya waktu khusus untuk menemani kalian dalam dalam suasana yang kalian suka.

Friends, aku melihat baju baru di sebuah butik. Cantik. Tapi semua itu tak lantas menyenangkan hatiku jika tak mengunjunginya bersama kalian. Maka dalam banyak kesempatan aku sangat berterima kasih sudah menemani aku belanja. Jangan berpikir ini adalah jalan untuk mengajari kita menjadi wanita yang suka hura-hura, tapi swear, aku anggap ini quality time kita. Meski tak banyak yang dibagi, tapi aku bahagia melihat kamu yang menawar harga nggak pakai perasaan, atau yang malu-malu menawar harga karena memang nggak niat membeli.

Makan friends. Aku heran mengapa kamu nggak suka sayur. Atau kamu kalau diajak makan, nggak lain yang dimakan cuma ayam goreng. Tapi kalian tahu kan apa yang aku suka dan nggak suka. Ini bukan apa-apa, tapi aku cukup senang jika bisa makan bareng kalian. Bahkan aku cukup cemburu jika kalian makan dengan yang lain tanpa aku.

Baju, sepatu, jilbab. Berhubung kita ini makhluk mungil, maka tak ada yang menghalangi kita untuk saling meminjam benda-benda ini. Tak sembarang orang bisa saling meminjam baju. Bukan takut nular warna kulit atau bau bodinya, tapi kecocokan hatilah yang membuat aku nggak ragu memakai barang kalian.

Cowok? Yah berhubung kita ini wanita, tak jarang yang menjadi obrolan perekat hati kita adalah cowok. Dari mulai cowok ganteng, cowok baik, cowok wangi, dan juga cowok yang sebaliknya. Pernah menyukai cowok yang sama? Hahaha… aku nggak peduli seberapa besar cemburuku saat kamu dekat-dekat dengan cowok yang aku suka. Yang aku tahu, kebersamaanku dengan kalian adalah salah satu hal yang kusebut “segalanya”.

Dan, aku tak punya apa-apa untuk diberi. Aku mencintai kalian dengan kesungguhan dan kemampuanku. Kalian ada di dalam doaku.

Repost: http://riniindah.wordpress.com/2012/10/11/friends/

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑